Saturday, May 24, 2008

Jewel in the Palace

Membaca judulnya, mengingatkan akan sosok Jang-geum, tokoh utama dalam serial drama Korea yang pernah diputar salah satu stasiun TV swasta di Indonesia beberapa tahun lalu. Drama ini menjadi populer seperti drama Korea lainnya karena mempunyai alur cerita yang kuat. Selain itu, latar dan amanah yang ditampilkan dalam ceritanya membuat drama Korea yang satu ini patut diacungi jempol.
Menurut saya, Jewel in the Palace termasuk salah satu kisah historis dari negeri Gingseng karena diambil dari kisah nyata. Dari mengikuti serial drama ini banyak hal yang diperoleh selain sekedar entertainment. Rentetan cerita yang disampaikan sangat bermakna terutama oleh bangsa Indonesia yang sekarang ini dalam upaya terus membangun masyarakatnya. Mengapa bisa begitu? Secara singkat, saya menyebut ada unsur entrepreneurship tercermin dari tokoh utama drama ini, Jang-geum.
Pertama, bermula dari Jang-geum kecil sudah mempunya arah dan tujuan hidup yang jelas. Kemudian dia berusaha merencanakan dan berpetualang meraihnya dengan memasuki istana, tempat tujuannya berada. Kedua, Jang-geum terus konsisten dengan mengembangkan karakter pribadi yang tangguh seperti semangat, rasa ingin tahu, baik hati sehingga mampu mengantarkannya menjadi the Highest Kitchen Lady, salah satu tujuan yang ingin diraihnya. Dari sini terlihat bahwa, sosok Jang-geum patut dicontoh dalam meraih sebuah impian. Mempunyai impian tersebut untuk kemudian membuat road-map untuk menujunya.
Beberapa karakter Jang-geum tersebut, dalam istilah sekarang termasuk soft skill. Yakni salah satu kemampuan yang layak kita miliki untuk bangkit menata bangsa ini. Mengapa? karena dengan soft skill tersebut mampu membuat kita bertahan. Tidak mudah menyerah kala ada problem melanda, melainkan bagaimana mencari solusi yang tepat. Dicontohkan juga bahwa Jang-geum mampu mengatasi masalah-masalah yang tidak sedikit dalam perjalanan meraih impiannya. Namun dari situlah kreativitas Jang-geum terbangun.
Selain itu, dengan kesabaran dan dedikasi yang tinggi meraih tujuan mampu membuktikan kesuksesan Jang-geum. Dengan soft skill yang dipunyai, menjadikan Jang-geum mampu membaca situasi dengan baik. Dan akhirnya menjadi kunci suksesnya. Dicontohkan lagi, seolah "tamat" menjadi the kitchen lady, namun dengan semangat iqro'-nya dan semangat belajar yang tinggi mengantarkannya menjadi the best medical personnel in the palace. Sampai akhirnya dapat menunjukkan operasi caesar pertama pada wanita yang hamil. Sebuah kesuksesan yang luar biasa.
Selain soft skill, ada kemampuan lain yang juga tidak boleh dikesampingkan yakni hard skill. Jang-geum pun mempunyainya yakni dengan adanya bakat dan kecerdasan yang dipunyainya sehingga mampu mengakselerasi dalam meraih impiannya. Disini terlihat bahwa kombinasi soft skill dan hard skill menjadi kunci kesuksesan Jang-geum.
Meskipun demikian, menurut beberapa sumber, bahwa proporsi kesuksesan tetaplah merupakan dominasi dari soft skill, yakni hampir 80%. Jadi, kala bangsa kita sudah terbukti pintar-pintar, tentu yang ditunggu-tunggu adalah kemampaun soft skillnya.
Sebuah kisah drama yang menarik, asalkan kita tak sekedar menontonnya. Tontonan yang sangat menarik ditengah semaraknya tontonan yang seharusnya tak layak konsumsi yang disodorkan oleh banyak stasiun televisi kita. Yang pasti semangat entrepreneurship yang tinggi sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini.
Adelaide

No comments: