Tentu sangat beralasan mengingat minat untuk masuk ke IPB masih sedikit di SMU-ku. Dan secara umum juga untuk siswa di Kudus. Orientasi umumnya adalah melanjutkan studi di Jogja [UGM, UNY, UII, UMY dsb], Solo [UNS, UMS dsb], Semarang [Undip, Unnes dsb]. Ataupun kalo menyeberang propinsi relatif suka untuk mengarah ke timur, Surabaya, Malang. So, agak jarang untuk mengarah ke barat, kecuali Bandung dan Jakarta. Dan sedikit terkesan "aneh" melirik Bogor kala itu. "Kowe ga salah Pre mo daftar IPB, Pertanian lho?" ujar beberapa temenku.
Singkat cerita akhirnya kuputuskan untuk mendaftar juga ke IPB. Entah faktor apa yang membuatku mantap untuk mendaftar. Namun yang pasti bukan karena prospek, minat ataupun alasan-alasan lain seperti yang sering siswa-siswa lain kala mau melanjutkan kuliah. Saya hanya berpikir ini ada kesempatan mendaftar tanpa tes, karena hanya mengirimkan berkas raport sejak kelas satu SMU. Kala itu ada tiga orang lagi dari SMU ku yang mendaftar.
Jelang akhir pengiriman berkas, saya baru mulai bingung. "Jurusan apa ya?". Ya jelas bingung, lha wong mendaftar tanpa gambaran yang begitu jelas. Kala itu saya hanya berpikir pilih jurusan yang berbau "teknologi" saja. Sepertinya jurusan yang bagus dan oke, pikirku waktu itu. Dan akhirnya kutuliskan pilihan satu [teknologi industri pertanian], dua [teknologi pangan dan gizi] dan ketiga [hortikultura] Pilihan yang terakhir karena saya sedikit tertarik untuk belajar tentang buah-buahan, sayur dan bunga-bungaan. Mantap deh. Persyaratan pun komplit.
Namun jelang sore dan sehabis maghrib muncul keraguan tentang pendaftaran PMDK IPB. Kubaca semua persyaratan tidak ada yang kurang. semua formulir sudha kuiisi semua. Namun kala kulihat point pilihan jurusan, saya berhenti sejenak. Saya teringat kalau kuliah ya harus yang kita sukai seperti informasi yang kuperoleh selama ini. karena dengan suka kita akan menkmatinya. dan insyaAllah akan berhasil dalam kuliah di jurusan itu.
Mau konsultasi sana sini, pada tidak tahu karena dunia IPB masih awam di lingkungan kami. Secara juga ada kata pertanian dimana banyak yang mencibir mendengar kata pertanian itu. Berpikir secara sederhana saja, sudah mengurus sana sini kok saya mundur saya ahirnya menunggu bangun tidur untuk memohon petunjukNya. Finally, saya ambil formulir epndaftranku dan kuliahat point pilihan, seketika itu juga aku melihat brosur pendaftaran IPB tahun lalu. Disana tertuang, Sosek Pertanian/Agribisnis dengan jumlah pendaftar diatas 2400an, jauh melebihi pendaftar di jurusan lain yang rata2 dibawah angka seribu, hanya jurusan teknologi industri pertanian dan teknologi pangan&gizi yang berada di urutan kedua dan ketiga, sekitar 1200an.
So, ini kayaknya jurusan favorit deh? pikirku. Seketika itu juga saya menghapus pilihan yang sudha ada dan menuliskan (1) Sosek Pertanian/Agribisnis, (2) TIN dan (3) TPG. Finally, aku diterima bersama dua temen SMU-ku. Namun tak sedikit yang berujar, jurusan apa tuh Agribisnis? Hehe waktu itu saya hanya tersenyum. Padahal sebenarnya saya juga belum begitu tahu. Dan itulah yang akhirnya membautku jadi ragu dan sedikit menyesal. Mengapa ya saya memilih Agribisnis, apdahal dua temen SMU-ku yang notabene nilai mereka ada di bawahku saja diterima di jurusan yang ada berbau "teknologi".
Meskipun demikian, kala tiba di Bogor kebanggaan seketika muncul. Ternyata Agribisnis termasuk jurusan favorit di IPB. Bahkan paling favorit kala itu. Sekarang masih juga termasuk favorit. Ya syukur deh.
....pesan: meskipun demikian, pada dasarnya semua jurusan adalah baik, tergantung diri kita lah kala kita kuliah. apakah kita mampu mengembangkan diri dengan baik atau tidak itu adalah yang terpenting...
1 comment:
Subhanallah, perjalanan tak lepas dari kehendakNya
Alhamdulillah, syukuri semua takdir yang Allah pilihkan, tentu membuat langkah semakin ringan.
**
Mungkin karena lama ngga nulis, jadi jari-jarinya kaku, heheh..tp ga apa, its oke, seenggaknya sebuah langkah terjejak hari ini. terus menulis Yanko!
Post a Comment